Bagi Calon Investor Wajib Pahami Hal Berikut Ini

By on August 4, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 436 kali

Edukasi – Dengan semakin luasnya paparan media, kita diterpa informasi yang kian deras seputar cara mencapai tujuan keuangan (financial objective) yang diinginkan. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan keuangan, diantaranya dengan menabung dan berinvestasi.

Namun, sering kali kita lupa apa itu tujuan keuangan itu sendiri. Kali ini mari kita bahas sedikit tentang persiapan dana pensiun di hari tua sebagai salah satu tujuan keuangan.

Survey FinQ dari Citibank memaparkan bahwa 65% orang Indonesia yakin dana pensiun yang mereka miliki akan menjamin hari tua. Di samping dana pensiun yang didapat dari kantor, banyak orang mempersiapkan dana pensiun dengan cara berinvestasi. Sebelum berinvestasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Tentukan tujuan investasi. Selain untuk mempersiapkan dana pensiun, ada beragam tujuan investasi lainnya, seperti mempersiapkan dana pendidikan anak, membeli rumah baru, dsb. Dengan menentukan tujuan investasi di awal, kita akan mendapatkan gambaran mengenai pilihan dan jangka waktu investasi yang cocok.
2. Siapkan dana darurat yang jumlahnya minimal 8 kali pengeluaran bulanan. Atau jika ingin merasa lebih aman, 12 kali pengeluaran bulanan.
3. Uang yang digunakan untuk berinvestasi adalah uang yang tidak terpakai. Uang yang dimaksud adalah uang diluar tabungan dan dana darurat.
4. Mengenali karakter psikologi Anda sebagai calon investor

Setiap jenis investasi memiliki karakter dan risikonya masing-masing. Emas merupakan alternatif investasi bagi Anda yang enggan berspekulasi dan tidak terlalu menginginkan fluktuasi yang tinggi terhadap nilai investasi. Emas batangan dan emas koin merupakan jenis emas yang cocok untuk investasi. Selain itu, investasi lain seperti Sertifikat Bank Indonesia, reksadana, obligasi dan saham,  dapat dilakukan pada tahap selanjutnya. Bagi Anda investor agresif yang tertantang untuk berinvestasi dengan tingkat resiko dan return yang lebih tinggi, saham merupakan alternatif produk investasi yang tepat. Yang perlu dipahami dalam berinvestasi adalah dalil “high risk, high return”, semakin tinggi tingkat resiko sebuah investasi, maka semakin besar tingkat keuntungan yang akan didapat. Namun, sebelum berinvestasi, Anda harus paham benar akan profil resiko investasi pribadi Anda.

1. Menemukan penasihat keuangan yang tepat yang akan membantu Anda dalam menganalisa profil risiko investasi, yaitu batasan seberapa jauh Anda dapat menanggung risiko dalam berinvestasi. Profil resiko ini mempertimbangkan beberapa faktor, diantaranya: jumlah penghasilan, dana investasi yang tersedia, tenor investasi, seberapa nyaman investor menghadapi fluktuasi nilai investasi, pengalaman berinvestasi, total kekayaan investor, dan lain sebagainya.
2. Mengikuti perkembangan berita fundamental ekonomi dan politik yang terjadi baik di dalam negeri maupun global. Berita fundamental meliputi berita hangat seputar ekonomi dan politik yang berpotensi mempengaruhi pergerakan mata uang dan investasi. Berita ini dapat dengan mudah ditemui dari berbagai situs resmi Pemerintahan dan pemberitaan media. Sebagai calon investor, Anda harus membiasakan diri dalam membaca berita fundamental setiap hari.

Dengan memahami hal-hal di atas, tentunya Anda akan semakin siap untuk menjadi seorang calon investor yang baik.

 

Sumber: mywealth.co.id