Bagaimanakah Prospek Investasi Reksadana pada Tahun 2014?

By on January 3, 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2,438 kali
investasi reksadana

Bagaimanakah Prospek Investasi Reksadana pada Tahun 2014?

Investasi Reksadana – Detik-detik menuju pergantian tahun 2014 sudah di depan mata. Semuanya serba baru dan berbeda, begitu juga yang terjadi pada pergerakan investasi. Beberapa bulan terakhir, pergerakan bursa masih belum memperlihatkan kondisi yang stabil. Ini dikarenakan imbas negatif dari sentimen regional dari China dan Amerika. Akibatnya kinerja Reksadana memperlihatkan return minus karena pergerakan bursa yang fluktuatif tersebut. Masalah ini masih dicari solusinya sampai sekarang. Lalu, bagaimanakah kira-kira prospek investasi Reksadana pada tahun 2014? Masihkah Reksadana dijadikan andalan? Tentu saja ya.

Alasannya simpel saja, karena kinerja Reksadana saham yang dipastikan akan bergerak naik di tahun 2014. Prospek positif akan Reksadana saham ini dipengaruhi oleh pasar saham yang cukup stabil. Suku bunga sudah mulai stabil dan inflasi juga sudah mulai terkendali. Menurut penelitian, bursa saham bisa saja jatuh jika ekonomi melambat karena kenaikan tingkat inflasi yang diikuti dengan kenaikan suku bunga acuan.

Namun ingatkah Anda jika tahun 2014 adalah tahun pemilu. Biasanya di tahun-tahun seperti ini, konsumsi masyarakat akan ikut meningkat. Investasi saham bisa mendapatkan respon positif karena pemilu yang sukses. Sayangnya, kita juga masih harus berhati-hati akan pengaruh negatif dari luar negeri seperti Eropa dan AS. Sentimen negatif ini bisa saja menghambat laju bursa yang berdampak kepada prospek investasi Reksadana pada tahun 2014.

Jika prospek Reksadana saham masih menunjukkan hasil yang positif, bagaimana dengan jenis Reksadana yang lainnya? Pergerakan suku bunga biasanya berbading terbalik dengan pergerakan harga obligasi. Harga obligasi berada dalam posisi tertekan ketika suku bunga bergerak naik dan investor meminta yield tinggi, dan begitu juga sebaliknya. Jika melihat potensi penurunan harga obligasi yang cenderung menyusut, dapat dipastikan jika prospek investasi Reksadana pendapatan masih stabil. Hal ini juga didukung oleh sisi imbal hasil. Potensi imbal hasil pada investasi Reksadana pendapatan tetap lebih kecil dibandingan potensi imbal hasil investasi Reksadana saham.

Melihat prospek investasi Reksadana Pendapatan Tetap dan Reksadana Saham yang masih mempunyai potensi untuk maju, tentu saja memberikan kabar positif untuk prospek investasi Reksadana Campuran. Pada dasarnya Reksadana Campuran adalah kombinasi antara investasi pada obligasi dan saham. Potensi imbal hasil pada Reksadana Campuran pun rasanya cukup besar di tahun depan.

Kesimpulan dari informasi diatas, dapat dipastikan jika prospek investasi Reksadana pada tahun 2014 relatif cerah. Menjelang penutupan tahun, biasanya terjadi momentum windows dressing yang membuka peluang perbaikan kinerja investasi Reksadana berbasis investasi obligasi dan saham. Menganggapi kabar gembira ini, Anda sebagai investor juga jangan sampai lupa memantau dan memilih produk Reksadana yang tepat agar pertumbuhan dana Anda tetap optimal. Semoga bermanfaat.