Bagaimanakah Cara Memilih Reksadana Sesuai Tujuan Keuangan?

By on November 7, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,097 kali
investasi reksadana

Bagaimanakah Cara Memilih Reksadana Sesuai Tujuan Keuangan?

Setiap calon investor atau calon nasabah harus terlebih dahulu memahami tujuan keuangan sebelum membeli produk investasi. Ya, itu adalah suatu keharusan. Ini dapat disebut dengan perencanaan keuangan. Setiap orang memiliki rencana serta tujuan keuangan yang berbeda, seperti untuk dana pendidikan anak, dana di hari tua, membeli rumah, atau juga berbagai kebutuhan lainnya di masa depan.

Ketika Anda sudah menentukan tujuan keuangan seperti yang sudah disebutkan diatas, selanjutnya Anda harus memilih instrumen investasi yang akan mengantarkan Anda mencapai tujuan tersebut. Salah satunya yang paling sederhana adalah investasi Reksadana. Dengan banyaknya jenis Reksadana sendiri, Anda harus pintar dalam memilih Reksadana sesuai tujuang keuangan yang sudah Anda rencanakan. Anda harus mengenali jenis-jenis Reksadana yang terdiri dari Reksadana Pasar Uang, Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Campuran, dan Reksadana Saham.

Dari keempat pilihan Reksadana ini, Anda dapat memilih Reksadana Pasar Uang jika tujuan keuangan Anda berjangka waktu pendek. Tujuan keuangan dibawah tiga tahun cocok untuk reksadana yang portofolio investasinya ditanamkan ke sejumlah instrumen pasar uang seperti sertifikat deposito, obligasi, SBI, SBPU, dan deposito berjangka. Return yang diberikan investasi ini terbilang kecil karena tingkat resikonya yang kecil pula. Masa jatuh tempo Reksadana Pasar Uang ini adalah satu tahun.

Jika Anda sedang memilih Reksadana sesuai tujuan keuangan yang jangka waktunya berkisar 5-10 tahun, cobalah Reksadana Pendapatan Tetap. Reksadana yang satu ini menempatkan portofolio investasinya pada instrumen berbentuk surat utang. Return dari Reksadana yang satu ini lebih besar dibandingkan dengan Reksadana Pasar Uang.

Sedangkan Reksadana Campuran yang tingkat resikonya moderat ini cocok untuk tujuan keuangan dengan jangka waktu di atas 10 tahun. Biasanya, Reksadana ini portofolionya akan ditempatkan diberbagai varian instrumen investasi atau dikombinasikan dengan pasar uang maupun surat utang. Tingkat return yang didapatkan dari Reksadana Campuran dapat dibilang setara dengan resikonya.

Nah, untuk Anda yang mengharapkan return yang besar agar tingkat keberhasilan Anda mencapai tujuan keuangan semakin besar, Anda bisa mencoba Reksadana Saham. Sebagian besar portofolio investasi saham ini akan ditanamkan dalam bentuk saham. Namun harus selalu diingat jika Reksadana Saham ini memiliki resiko yang paling besar dibandingkan dengan jenis Reksadana yang lainnya. Selalu ingat bahwa prinsip dari investasi adalah high profit, high risk.

Itulah dia beberapa jenis dari Reksadana yang dapat memandu Anda dalam memilih Reksadana sesuai tujuan keuangan. Resiko dan juga keuntungan yang beragam tersebut dapat disesuaikan dengan keinginan Anda. Jika Anda merasa belum siap untuk mencoba Reksadana yang high risk, Anda dapat mencoba reksadana yang beresiko kecil seperti Reksadana Pasar Uang. Setelah Anda mulai terbiasa, Anda bisa saja mencoba jenis lainnya yang beresiko lebih besar.