Bagaimana Pengelolaan dan Sifat Reksadana?

By on September 6, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 282 kali

Investasi Reksadana – Sebagian besar masyarakat Indonesia tidak begitu paham mengenai investasi. Deposito, emas, tanah, dan rumah mungkin hanyalah jenis investasi yang mereka ketahui. Bagaimana dengan Reksa dana? Mungkin hanya segelintir orang saja yang tau. Padahal, Reksadana ini adalah instrumen investasi yang mudah digunakan namun tidak begitu beresiko. Anda patut mencobanya!

Namun sebelum itu, sebaiknya Anda mengenal dahulu bagaimana pengelolaan dan sifat Reksadana, beserta dengan pengertian dari Reksadana itu sendiri. Reksadana bisa disebut juga wadah bagi para sekumpulan orang yang ingin menanamkan uangnya. Kemudian dana yang sudah terkumpul akan dikelola oleh Manajer Investasi dan dimasukkan ke dalam beberapa portofolio investasi, entah itu berupa saham, pasar uang, atau obligasi.

Melihat ke kamus keuangan, Reksadana sering di identifikasikan sebagai portfolio asset keungan yang sudah diversifikasi. Reksa dana juka dikenal sebagai perusahaan yang terbuka dan bisa dilakukan oleh siapapun. Harga penawaran dan penarikan asset pada Reksa dana juga bergantung pada nilai aktiva bersihnya.

Pada dasarnya, karakteristik Reksadana dibagi menjadi dua golongan, yaitu Reksadana Tertutup dan Reksadana Terbuka. Untuk golongan yang pertama, Reksadana ini menggunakan mekanisme perdagangan di Bursa Efek dalam transaksinya. Namun, Reksadana yang paling sering dipakai sekarang ini adalah Reksadana Terbuka yang dimana transaksinya tidak melalui perdagangan di Bursa Efek. Ini dikarenakan nilai di Reksadana terbuka sesuai dengan nilai aktiva bersihnya, sedangkan Reksadana tertutup berada dibawah nilai aktiva bersihnya.

Sifat Reksadana juga bisa membagi Reksadana menjadi beberapa jenis. Growth Fund, salah satu jenis Reksadana ini mengutamakan portfolio investasi yang memiliki tujuan untuk terus tumbuh dan mendapatkan keuntungan yang besar. Investasi jenis ini punyai sifat volatilitas yang tinggi, contohnya adalah Reksadana saham. Ada pula Stable Fund yang memiliki portfolio dengan tujuan untuk tumbuh secara stabil. Contohnya adalah Reksa dana pada instrument obligasi yang volatilitas yang agak kurang. Yang terakhir adalah Reksadana yang lebih mengutamakan keamanan, disebut dengan Safty Fund. Beberapa Manajer Investasi yang memakai jenis ini cenderung memilih investasi pada instrument pasar uang.

Itulah beberapa sifat Reksadana yang mempengaruhi jenis dan cara pengelolaan Reksadana oleh Manajer Investasi. Demi mendapatkan profit yang maksimal, sebaiknya Anda mengerti bagaimana pengelolaan dan sifat Reksadana agar bisa berjalan dengan baik. Jawabannya tentu saja dengan bantuan Manajer Investasi yang tepat. Dalam memilih Manajer Investasi, Anda harus mempertimbangkan validitas dan track record yang dimiliki Manajer Investasi tersebut. Memilih Manajer Investasi sama pentingnya dengan memilih jenis Reksadana yang sesuai dengan kebutuhan dan profil resiko Anda. Selamat berinvestasi!

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty