Bagaimana Mengatur Keuangan Untuk Anda Usia 20-an?

By on May 13, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 3,554 kali

Perencanaan Keuangan adalah prioritas terakhir bagi kebanyakan kaum muda yang baru menginjak usia 20-an.

Tapi tahukah Anda bahwa membuat keputusan yang cerdas atas uang yang Anda miliki saat ini, adalah kunci untuk memperoleh kehidupan makmur. Iya, betul, kehidupan yang makmur itu adalah usaha keras yang harus Anda lakukan sejak dini. Dari sekarang!

Berikut, adalah tips-tips keuangan yang bisa Anda coba di usia 20-an:

Tetapkan tujuan yang realistis

Bermimpilah dan tetapkan tujuan pasti. Tanpa tujuan yang spesifik di pikiran Anda, menabung adalah hal yang berat untuk dilaksanakan.

Jangan terpusat pada tujuan jangka pendek, alih-alih pusatkan perhatian pada tujuan jangka menengah dan tujuan jangka panjang, seperti membeli properti sendiri atau mempersiapkan dana pernikahan.

Segera, setelah tahu apa yang Anda inginkan, buatlah rencana untuk membuatnya terjadi.

Buatlah daftar hal-hal kecil yang dapat Anda lakukan saat ini untuk membuatnya jadi kenyataan, seperti menabung sekian rupiah setiap bulannya atau naiklah angkutan umum untuk berangkat kerja ke kantor. Lalu, tetapkan deadline, atau tenggat waktu untuk memenuhi tujuan Anda.

Merencanakan dengan baik tujuan di masa depan akan membuat Anda termotivasi untuk menabung dan berhemat, daripada membelanjakannya untuk hal-hal yang tidak jelas.

Cobalah membuat anggaran bulanan 50-30-20

Tidak tahu bagaimana caranya membuat anggaran bulanan? Perencana keuangan menyarankan Anda menggunakan metode 50-30-20.

Ini berarti bahwa 50 persen dari pendapatan Anda harus dipergunakan untuk membayar tagihan, tagihan bulanan, dan kebutuhan belanja bulanan lainnya.

Nah, 30 persen dari pendapatan Anda, dapat dipergunakan untuk biaya gaya hidup. Sedangkan 20 persen sisanya harus Anda tabung.

Tinggal di rumah bersama orangtua

Salah satu hal yang harus Anda syukuri menjadi orang Indonesia adalah Anda tidak diharuskan keluar dari rumah setelah lulus kuliah. Terutama, dari sisi menghemat anggaran bulanan.

Kalau cukup masuk akal buat Anda untuk tinggal bersama orangtua, kenapa tidak Anda lakukan?

Tinggallah bersama orangtua Anda sampai umur 25 tahun misalnya, dan simpanlah uang Anda yang harusnya dipergunakan untuk membayar makanan dan menyewa rumah.

Pada saat usia Anda mencapai 25 tahun ke atas, setidaknya Anda bisa menyimpan sejumlah uang yang bisa dipergunakan untuk membayar uang muka cicilan rumah, atau bahkan menjalankan rencana Anda untuk keliling dunia.

Belanjakan sesuai kebutuhan

Godaan paling berat dalam kehidupan sehari-hari adalah menghadiahi diri sendiri, setelah bekerja keras sekian lama, atau bahkan memamerkan apa saja capaian Anda selama ini dengan berbelanja makanan, pakaian, dan gadget.

Bagaimana pun, gaya hidup konsumerisme ini dapat mengganggu Anda dari tujuan keuangan jangka panjang.

Pepatah bijak mengatakan bahwa untuk mendapatkan stabilitas dalam keuangan adalah hidup di bawah pendapatan Anda, yaitu hiduplah dan belanjakan uang seolah-olah Anda mendapatkan kurang dari apa yang Anda dapatkan saat ini.

Buatlah rencana auto debit

Ketika dorongan berbelanja dengan royal menjadi berlebihan akan sangat membantu apabila Anda memiliki “tabungan yang dipaksakan”, atau biasa dikenal dengan tabungan mapan.

Biasanya pihak bank akan mendebit secara rutin tiap bulan dari tabungan Anda, sejumlah uang yang menjadi kesepakatan bersama, dan kemudian dikelola oleh pihak bank untuk investasi.

Langkah ini bukan hanya dapat menyelamatkan uang Anda, tapi juga membuat tabungan Anda berkembang melalui investasi yang dibuat oleh manager investasi Anda.

 

Artikel ini dipersembahkan oleh HaloMoney