Bagaimana Cara Menghitung Nilai Aktiva Bersih Pada Reksadana?

By on January 4, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 409 kali

Investasi Reksadana – Ingin mengetahui Bagaimana cara menghitung nilai aktiva bersih pada reksadana? Jika anda sedang melakukan investasi dalam bentuk reksadana maka anda akan mengetahui sebuah istilah yang bernama NAB yaitu Nilai Aktiva Bersih. Semua informasi yang ingin anda ketahui mengenai Nilai Aktiva Reksadana juga dapat dilihat melalui beberapa media surat kabar salah satunya adalah koran serta website yang memang menyediakan tentang informasi seputar Nilai Aktiva Bersih. Setiap investor yang akan menjual maupun membeli reksadana yang mereka miliki harus memberikan keterangan mengenai berapa NAB dari reksadana tersebut. Dengan demikian mereka akan dapat memperkirakan berapa jumlah unit atau memperkirakan keuntungan yang akan diperoleh dari reksadana.

Nilai Aktiva Bersih (NAB)

Sebelum anda mengetahui Bagaimana cara menghitung nilai aktiva bersih terlebih dahulu anda perlu mengetahui arti dari nilai aktiva bersih itu sendiri. Apa itu Nilai Aktiva Bersih atau NAB? Yaitu suatu bentuk yang menunjukkan seberapa besar nilai dari sebuah asset yang dikelola dalam suatu reksadana itu sendiri. Nilai Aktiva Bersih ini bukan membentuk suatu harga dari reksadana. Jumlah dana yang dikelola dalam Nilai Aktiva Bersih terdiri dari deposito, kas, obligasi serta saham.

Perhitungan Nilai Akitva Bersih (NAB)

Lalu bagaimana cara menghitung nilai aktiva bersih pada reksadana? Nilai Aktiva Bersih atau NAB diperhitungkan berdasarkan NPW atau Nilai Pasar Wajar pada setiap instrument atau efek yang terdapat didalam bagian portofolio tersebut. Hal ini dapat disebut juga dengan “Marked To Marked”. Bagaimana cara mendapatkan informasi NPW? Informasi untuk NPW didapat dari harga pada penutupan bursa atau harga pada transaksi yang sedang atau telah terjadi. Pada bagian instrument pasar uang, NPW akan sesuai dengan nilai nominal yang khusus untuk deposito atau dengan nilai amortisasi jika obligasi yang dimiliki kurang dari waktu satu tahun.

Untuk pendapatan dana yang berasal dari dividen ataupun bunga serta biaya-biaya lainnya harus dihitung berdasarkan sistem “Accrued”, yaitu  pencatatan terhadap biaya maupun pendapatan tetap dilakukan meskipun realisasi penerimaan serta pembayaran secara tunai belum terlaksanakan atau dilakukan. NAB perunit dapat mengalami penurunan atau kerugian yang disebabkan oleh faktor utama yaitu terjadinya perubahan harga pasar dari instrument yang terdapat pada reksadana tersebut.

Unit Penyertaan

Unit penyertaan ini juga berkaitan dalam bagaimana cara menghitung nilai aktiva bersih pada reksadana. Apa yang dimaksud dengan Unit Penyertaan? Yaitu satuan yang dipergunakan untuk melakukan investasi dalam reksadana. Apabila reksadana dibeli oleh investor, maka akan dikatakan sebagai investor  akan membeli Unit Penyertaan yang berasal dari Manajer Investasi. Begitupun sebaliknya. Jika jumlah Unit Penyertaan semakin banyak dimiliki oleh investor tersebut maka semakin banyak juga reksadana yang dimiliki oleh investor tersebut untuk dijadikan sebagai investasi.

NAB / UP

Bagian ini akan menyatakan bagaimana harga pada reksadana tersebut. Aktivitas untuk melakukan transaksi pada reksadana sudah dapat terjadi ketika harga berada di bagian ini. Jika anda melakukan investasi pada reksadana anda akan mengetahui harga dari reksadana tersebut pada esok hari.

Kesimpulan

Untuk dapat mengetahui informasi tetang investasi dari reksadana anda dapat menggunakan fasilitas reksadana yang terhubung secara online ataupun surat kabar dengan demikian anda dapat update secara terus-menerus. Jika terjadi kenaikan maupun penurunan pada reksadana mengenai Nilai Aktiva Bersih atau NAB ini anda tidak perlu panik sebab tidak akan berpengaruh pada reksadana anda baik itu secara rugi maupun untung. Bagaimana cara menghitung nilai aktiva bersih pada reksadana? Cukup mudah bukan.

Incoming search terms: