Bagaimana Cara Mengetahui Apakah Saham Perusahaan Tersebut Berkualitas atau Sekarat?

By on August 27, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 389 kali

Investasi Saham – Apakah Anda ingin berpartisipasi di pasar saham? Lalu bagaimana cara mengetahui apakah saham perusahaan tersebut berkualitas atau sekarat? Pertanyaan itulah yang sering muncul di pikiran kita ketika kita ingin berpartisipasi di pasar saham. Agar mendapatkan keuntungan, kita harus pintar-pintar melihat apakah saham di perusahaan tersebut berkualitas atau bahkan sekarat. Tidak hanya harga saja yang perlu diperhatikan ketika ingin berpartisipasi di pasar saham. Namun kita juga harus mengetahui apakah perusahaan tersebut berpotensi atau malah justru meragukan. Sebelum menanamkan investasi di saham suatu perusahaan, sebaiknya Anda mencari tahu berbagai informasi mengenai perusahaan tersebut. Informasi-informasi penting yang perlu dihimpun sebelum menanamkan saham di suatu perusahaan adalah:

1. Kapitalisasi

Langkah pertama yang harus diperhatikan ketika akan investasi saham adalah mencari tahu seberapa besar emiten itu. Memeriksa kapitalisasi pasar emiten merupakan hal yang penting. Dengan memeriksa kapitalisasi pasar emiten, Anda bisa mengetahui seberapa tinggi volatilitas harga saham, apakah perusahaan memiliki potensi besar ke depannya, dan juga kita bisa mengetahui seberapa besar kepemilikan publik atas emiten tersebut. Sebuah perusahaan berkapitalisasi besar biasanya memiliki aliran penemrimaan yang lebih stabil dengan volatilitas lebih rendah. Sedangkan perusahaan yang hanya melayani satu segmen pasar saja biasanya lebih banyak mengalami fluktuasi dalam pendapatan maupun harga saham.

Langkah ini merupakan langkah awal mengenai bagaimana cara mengetahui apakah saham perusahaan tersebut berkualitas atau sekarat . Tentu hal ini saja tidak cukup untuk melihat apakah saham perusahaan tersebut berkualitas. Oleh karena itu kita harus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui lebih dalam lagi. Selain memeriksa data kapitalisasi pasar, Anda juga harus menelaah seberapa besar angka-angka penerimaan dan profit. Setelah mendapatkan informasi dari langkah awal ini, Anda juga harus mengkonfirmasi fakta-fakta penting lainnya.

2. Melihat Tren Pendapatan, Profit, dan Margin

Sebelum melihat laporan keuangan perusahaan, sebaiknya Anda melihat tren pendapatan, profit, dan margin (RPM) terlebih dahulu. Lihatlah bagaimana tren pendapatan (revenue) dan net income dalam dua tahun terakhir. Hal tersebut akan berkaitan dengan laporan kuartalan dan juga laporan tahunan perusahaan. Dengan melakukan pemeriksaan singkat, Anda akan mengetahui rasio price-to-earnings (P/E) dan rasio price-to-sales (P/S). Perhatikan tren pada kedua set data tersebut, apakah menunjukkan pertumbuhan yang fluktuatif atau konsisten. Selain itu Anda juga harus memeriksa apakah terjadi perubahan besar kea rah bawah maupun atas lebih dari 50% dalam setahun.

3. Kondisi Pesaing dan Industri

Setelah menghimpun informasi-informasi penting perusahaan, Anda akan mendapat gambaran mengenai apakah perusahaan tersebut berpotensi dengan melihat seberapa besar pendapatannya. Langkah selanjutnya adalah dengan membandingkan perusahaan tersebut dengan para pesaingnya. Dengan melihat dengan siapa ia bersaing, Anda sudah bisa mendeskripsikan suatu perusahaan.

4. Penilaian Rasio

Langkah berikutnya adalah menghitung Price Earnings Ratio (P/E) dan semacamnya. Mengamati rasio P/E harus dilakukan dengan membandingkannya dengan Price-To-Book-Ratio atau rasio P/B. Penting untuk memeriksa angka rasio dari perusahaan-perusahaan lain dalam satu industri. Hal tersebut dilakukan karena kisaran angka rasio berbeda-beda antara satu perusahaan dan perusahaan lain. Selain itu bandingkan juga kondisi earnings saat ini dan ekspektasi pertumbuhan earnings di masa depan dengan melakukan kalkulasi rasio PEG (price/earnings to growth ratio).

Selain hal-hal diatas, Anda juga perlu memeriksa kepemilikan saham dan manajemen perusahaan. Ketika memutuskan untuk melakukan investasi saham, ketahui informasi mengenai laporan keuangan, riwayat harga saham, ekspektasi, kemungkinan adanya options dan ilusi, serta potensi risiko yang bisa terjadi. Itulah hal-hal yang perlu dilakukan mengenai bagaimana cara mengetahui apakah saham perusahaan tersebut berkualitas atau sekarat.