Bagaimana Cara Melakukan Perencanaan Keuangan yang Baik?

By on August 27, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 369 kali

Perencanaan Keuangan – Banyak orang bertanya-tanya bagaimana cara melakukan perencanaan keuangan yang baik . Dengan perencanaan keuangan yang baik, masa depan bisa tergambar dengan jelas dan tujuan finansial bisa tercapai. Oleh karena itu perencanaan keuangan bisa dilakukan sedini mungkin. Bagi kamu yang sedang menikmati masa muda saat ini, pasti menginginkan masa depan yang mapan seperti memiliki rumah sendiri, memiliki mobil, ataup bisa liburan ke luar negeri bukan? Jika memiliki perencanaan keuangan yang matang, tidak hanya kebutuhan kamu saja yang akan terpenuhi, kamu juga bisa memenuhi kebutuhan orang tua, seperti naik haji atau membuat orang tua menikmati masa tua mereka tanpa harus bekerja nantinya.

Mengapa perencanaan keuangan sangat penting dilakukan? Bertambahnya kebutuhan yang semakin meningkat setiap tahunnya menuntut kita untuk bisa mengendalikan pengeluaran keuangan. Terlebih lagi banyaknya godaan untuk hidup mewah seperti sekarang ini harus membuat kita ekstra hati-hati dalam memantau pengeluaran agar pengeluaran sesuai dengan kemampuan finansial kita.

Agar tujuan finansial bisa tercapai, perlu dilakukan perencanaan keuangan yang tepat. Namun bagaimanakah cara melakukan perencanaan keuangan yang baik ? untuk bisa melakukannya dengan baik, kamu bisa menerapkan aturan “50/20/30”.
Apa Itu Aturan 50/20/30?

1. Aturan 50
Maksud dari 50 disini adalah pengalokasian biaya hidup sebesar 50% dari penghasilan kamu tiap bulan harus digunakan untuk kebutuhan yang penting saja, seperti biaya makan, sewa tempat tinggal, transportasi, membeli bahan pokok, kosmetik, atau kebutuhan lain yang bisa menunjang pekerjaan kamu. Dalam 50% penghasilan tersbut, alokasikan juga untuk pengeluaran rutin seperti tagihan listrik dan air. Dengan pengalokasian dana yang sesuai, kamu bisa menghindari pengeluaran berlebih untuk membeli hal-hal yang tidak dibutuhkan. Pengalokasian khusus untuk kebutuhan tersebut penting dilakukan agar keuangan kamu tetap aman dan kebutuhan tetap terpenuhi.
Yang perlu diperhatikan adalah alokasi untuk pengeluaran pokok tersebut harus sesuai dengan kemampuan finansial kamu, jadi jangan sampai terjadi “lebih besar pasak daripada tiang”. Jika pengeluaran terlalu besar dan tidak sebanding dengan penghasilan, maka akan menimbulkan masalah finansial nantinya. Selain itu kamu juga tidak bisa memenuhi kebutuhan lainnya. Kamu harus mengetahui hal apa saja yang memang kamu butuhkan untuk bertahan hidup dan mana yang tidak.

2. Aturan 20
Aturan 20 ini berarti kamu harus mengalokasikan penghasilan kamu untuk membayar kewajiban seperti membayar tagihan motor/mobil, membayar asuransi kesehatan, dan mengelola dana simpanan sebesar 20% dari penghasilan bulanan. Jika asuransi kamu sudah dibayarkan oleh perusahaan tempat kamu bekerja, kamu bisa mengalokasikan uang tersebut sebagai tabungan.

3. Aturan 30
Aturan ini artinya kamu harus mengalokasikan 30% dari penghasilan kamu untuk memenuhi kebutuhan saat ini atau nanti. Contohnya jika kamu ingin membeli rumah, kamu harus mengalokasikan pendapatan kamu setiap bulannya untuk menabung agar bisa membeli rumah nantinya. Dengan pengalokasian tersebut kamu juga bisa membuhi kebutuhan lifestyle kamu seperti membeli pakaian, nonton bioskop, jalan-jalan, atau melakukan hal menyenangkan sesuai dengan hobi kamu. Tapi ingat selain kebutuhan saat ini, ada juga kebutuhan masa depan yang harus kamu perhatikan. Jangan sampai karena memenuhi kebutuhan lifestyle saat ini, kebutuhan masa depan kamu tidak bisa terpenuhi.

Intinya cara melakukan perencanaan keuangan yang baik adalah kita harus menyesuaikan pengeluaran untuk kebutuhan hidup kita, senang-senang, dan kebutuhan masa depan harus seimbang agar tidak ada kesulitan finansial di kemudian hari.