Awali Startup dengan Poin-poin Berikut

By on July 14, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 361 kali

Start-Up Bisnis – Ketika Kaskus mulai dirintis dan akhirnya menggaet banyak pemakainya di tanah air, mulai saat itulah model Startup mencuri perhatian lingkaran bisnis online. Namun semakin banyak pihak yang tertarik, kian besar pula persentase kegagalan yang telah dialami oleh mereka yang sempat mendirikannya. Yang seringkali menyebabkan kegagalan pengelolaan Startup ialah terlalu menyederhanakannya sebagai model bisnis yang dipadukan bersama teknologi informasi, operasional website, dan hal-hal semacam itu. (Baca Juga: 4 Persiapan Start Up Bisnis Online)

Memang benar bahwa Startup merupakan konsep rintisan usaha atau organisasi yang menggunakan internet sebagai peralatan utamanya. Namun pemakaiannya didasarkan pada kebutuhan untuk mengembangkan, meneliti, serta mengidentifikasi pasar yang tepat. Selain Kaskus, contoh Startup lainnya adalah Urbanesia. Keduanya merupakan contoh Startup yang mampu bertahan dan akhirnya bisa berkembang dalam skema yang berbeda-beda.
Apakah susah mendirikan bisnis startup? Sebenarnya tidak sulit asalkan memenuhi poin-poin berikut: (Baca Juga: Sumber Modal yang Bisa Digunakan untuk Membuka Bisnis Anda)

– Sudah didirikan kurang lebih tiga tahun.
– Operasional berbasis website.
– Menawarkan produk digital, misalnya aplikasi.
– Konsentrasi di bidang teknologi.
– Masih dalam tahap pengembangan dan penelitian.
– Jumlah pemasukan sekitar kurang lebih 100,000 Dollar per tahun.
– Jumlah karyawan tidak lebih dari dua puluh orang.

Dilihat dari poin-poin di atas, model bisnis Startup memang lebih identik dengan produk teknologi. Meskipun ada juga yang tidak melulu memasarkan produk teknologi, namun pada akhirnya lebih sering dianggap sebagai model bisnis yang orientasinya ke produk teknologi. (Baca Juga: Tips Jitu Mengajukan Kredit Usaha)

Sebelum merencanakan dan mendirikan bisnis Startup, kita harus menyusun rancangan dan mempraktikkannya secara sistematis. Dalam sebuah tim, diharapkan ada tiga pihak yang masing-masing memegang tanggung jawab berbeda, yaitu Hustler, Hispter, dan Hacker. Kita akan menjabarkannya di bawah ini:

Hustler. Pihak yang bertanggung jawab atas lancarnya berbagai kegiatan atau program dalam sebuah model bisnis Startup. Penanggung jawab ini berfungsi merancang visi dan misi bisnis, serta melakukan beberapa hal seperti:
– Mengatur, mengelola, dan melaksanakan kegiatan penjualan.
– Penjaringan konsumen dan perluasan pelanggan.
– Perekrutan anggota tim.

Hipster. Peran ini membutuhkan kreativitas tak terbatas yang akan selalu menyempurnakan gagasan dan praktik berbisnis Startup. Ialah pihak yang merancang berbagai kebutuhan seperti logo, branding, brosur, pamflet, dan sebagainya. Namun bukan sekadar kemasan promosi karena hipster dianggap sebagai karakter yang unik dan mampu mengemas konsep perusahaan Startup menjadi lebih berkarakter. (Baca Juga: Peluang Bisnis Dengan Modal Satu Juta Rupiah)

Hacker. Jangan khawatir dengan istilah ini karena hanya untuk menyebutkan karakter anggota tim yang mendedikasikan pekerjaannya di bidang teknologi, terutama sistem informasi dan komunikasi. Kemampuannya sangat berperan penting, terutama dalam perusahaan Startup. Sebuah tim yang terdiri dari beberapa orang dengan karakter ini mampu membangun sebuah sistem kerja yang efektif dan selalu bisa mengadaptasikan diri dengan kecanggihan teknologi. Senjata lainnya ialah media sosial yang saat ini jumlahnya semakin berkembang pesat dan memiliki segmentasinya masing-masing.