Aset-Aset yang Bisa Dijadikan Jaminan Saat Pengajuan Kredit

By on June 12, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 495 kali

Perencanaan Keuangan – Saat kamu butuh uang untuk modal usaha atau keperluan lainnya, kamu pasti mulai berpikir untuk mendapatkan kredit atau pinjaman dana, baik dari bank atau pun penyedia pinjaman yang kini banyak di Indonesia.

Ada dua jenis kredit yang mungkin kamu sering dengar, yaitu Kredit Tanpa Agunan (KTA) dan Kredit Dengan Agunan (KDA). Keduanya memang cara paling populer untuk mendapatkan dana segar yang kamu butuhkan.

Buat sebagian pemohon kredit, KTA dianggap lebih menguntungkan karena bisa meminjam uang tanpa harus memberikan jaminan ke pihak yang memberikan pinjaman. Meskipun demikian, kekurangan dari KTA adalah bunga cicilannya lebih tinggi dikarenakan risiko yang ditanggung pihak peminjam lebih besar.

Sementara untuk KDA, peminjam harus menyertakan aset untuk jaminan sebelum mendapatkan kredit. Aset ini bisa disita oleh bank kalau kamu gagal membayar. Makin tinggi nilai sebuah jaminan, maka makin besar bantuan kredit yang akan diperoleh.

Oh ya, meskipun kamu memakai jaminan, belum tentu proses KDA akan lebih cepat dari KTA. Sebab pihak peminjam harus melakukan cek dan ricek dulu terhadap jaminan yang kamu berikan, termasuk nilai ekonomis aset tersebut, apakah aset itu gampang dijual, dan bank bisa memiliki kekuatan hukum untuk menyitanya kalau kamu tidak mampu membayar hutang.

Agunan untuk kredit biasanya bermacam-macam, mulai dari aset properti hingga hasil perkebunan. Bank Indonesia (BI) sudah mengeluarkan aturan dalam Peraturan Bank Indonesia (BI) No 9/PBI/2007 soal agunan ini.

Dibawah ini ada beberapa aset untuk jaminan kredit yang bisa digunakan:

1. Rumah atau Properti

Rumah, tanah, kebun, sawah, dan aset lain yang berupa properti bisa dijadikan agunan untuk kamu memperoleh kredit. Namun perlu diketahui properti tersebut harus memiliki surat yang lengkap sebelum dijadikan jaminan.

Pastikan kamu memiliki sertifikat tanah, izin mendirikan bangunan (IMB), surat pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB), dan lain-lain. Kalau dokumen kurang lengkap, pihak bank atau penyedia pinjaman akan menolak permohonan kredit kamu.

Biasanya jumlah bantuan kredit yang didapatkan dengan jaminan properti cukup besar alias mencapai milyaran. Selain itu, kamu tetap boleh kok menempati rumah atau menggunakan tanah yang sudah kamu jaminkan tersebut.

2. Kendaraan Bermotor

Surat kepemilikan mobil dan motor seperti STNK dan BPKB adalah agunan yang paling popular untuk mereka yang ingin dapat pinjaman uang cepat yang plafonnya dibawah Rp 100 jutaan. Meskipun demikian, kamu harus meyakinkan kalau kondisi motor atau mobil kamu sangat baik dan layak jadi jaminan.

Keuntungan yang lain, kamu tetap bisa memakai mobil atau motor yang jadi jaminan kredit tersebut.

3. Produk Investasi

Ternyata investasi seperti saham, deposito, dan surat berharga bisa juga dijadikan jaminan untuk mendapatkan kredit dari bank. Khusus saham yang diterima sebagai jaminan haruslah masih aktif diperdagangkan di bursa saham dan surat berharga yang dijaminkan juga punya nilai investasi yang tinggi.

Sementara itu, deposito sebagai jaminan masih belum begitu populer meskipun sejumlah bank menerima deposito sebagai jaminan kredit.

Bila deposito dijadikan jaminan, maka yang diminta dan disimpan bank adalah bilyet deposito tersebut baik yang berjangka maupun sertifikat. Selama masa kredit, deposito itu tak bisa kamu tarik atau pergunakan.

4. Surat Keterangan (SK) Pegangkatan Pegawai

Kalau kamu merupakan karyawan tetap di sebuah perusahaan yang bonafide atau pegawai negeri sipil (PNS), kamu bisa menjadikan surat keterangan (SK) pengangkatan kamu sebagai jaminan ke bank untuk mengambil kredit.

5. Mesin Pabrik

Pengusaha pabrik yang kehabisan modal biasanya dapat menjadikan mesin pabriknya sebagai jaminan untuk mendapatkan modal kredit dari bank. Mesin yang dijamin haruslah masih bagus dan layak pakai.

6. Emas

Selain mudah dijual, emas ternyata bisa dijadikan jaminan untuk mendapatkan kredit. Yang biasa menerima emas sebagai jaminan kredit biasanya PT Pegadaian yang banyak terdapat di setiap kota. Yup, emas memang tidak diizinkan menjadi jaminan kredit untuk bank konvensional.

Bila kamu menjadikan emas sebagai jaminan, kamu akan mendapatkan pinjaman 85 persen dari total nilai emas yang kamu jaminkan di PT Pegadaian. Lumayan kan?

Sebenarnya, dengan menjaminkan aset untuk mendapatkan kredit, kamu harus berusaha keras untuk bisa menebusnya kembali. Secara tidak langsung KDA ini memang membuat pemohon kredit lebih bertanggung jawab dengan menyelesaikan hutang mereka.

 

Artikel ini dipersembahkan oleh HaloMoney

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty