Apakah Mobil Terkena Banjir Bisa Diklaim Asuransi?

By on February 16, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 370 kali

Klaim Asuransi Mobil Terkena Banjir, Bisa?

Mobil Anda terkena banjir, apakah dapat diklaim asuransi? Saat banjir datang, kendaraan pribadi khususnya mobil memang memiliki risiko kerusakan tinggi. Dalam hal ini Anda wajib waspada karena tidak semua asuransi mobil berkenan membayar klaim untuk kerusakan yang terjadi. Perhatikan benar isi polis. Bila banjir tidak termasuk salah satu bagian isi perjanjian, maka mobil tidak bisa diklaim asuransi.

Oleh karena itu, saat membeli polis asuransi pastikan klaim bencana alam seperti angin topan, air bah, dan banjir masuk di dalamnya. Hanya saja secara otomatis premi yang dibayarkan akan jauh lebih besar. Tetapi perhatikan pula bila kerusakan mobil terjadi lantaran Anda nekat menerobos banjir. Kerusakan karena kecerobohan tersebut tidak bisa diklaim. Jadi kondisi yang dapat diklaim yaitu bila mobil tengah di parkir di garasi atau tempat parkir lalu terkena banjir.

Karenanya, saat Anda mendapati jalanan banjir jangan sesekali mencoba menerobos bila tidak ingin mobil rusak. Pasalnya asuransi tidak akan membayar kerusakan tersebut. Tidak jarang hal ini pun berbuntut sengketa, dimana pemilih mobil kurang mencermati isi perjanjian untuk klaim asuransi mobil. Sehingga ada banyak nasabah yang mengeluh kecewa karena tidak memperoleh biaya ganti.

Berkaitan dengan klaim mobil karena banjir, pihak asuransi pun akan melakukan survey. Jadi mobil memang tidak boleh dipindahkan dari TKP. Nantinya pihak asuransi akan memotret dan mencari bukti kerusakan mobil akibat banjir. Prosedur yang berlaku cukup panjang. Hal inilah yang sekiranya mengharuskan nasabah untuk bersabar.

Klaim yang Dicover Asuransi

Mobil Anda terkena banjir, apakah dapat diklaim asuransi? Saat didapati masalah teknis karena mobil terendam banjir, ternyata tidak semua kerusakan bisa diklaim. Jadi setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak asuransi, tidak berarti klaim bisa selalu didapatkan nasabah. Adapun secara umum, asuransi bisa Anda peroleh bila ditemukan kerusakan lebih dari 75%. Kerusakan itu pun murni karena bencana alam.

Tetapi ada pengecualian untuk Anda yang mengasuransikan mobil dengan tipe All Risk dan Paket Plus Perlindungan Bencana Alam. Hanya saja perlu dicatat, klaim ini berlaku bila mobil secara tidak sengaja terendam banjir yang mana menyebabkan mesin utama terendam dan mati total. Bila terbukti ada unsur kesengajaan, maka pihak asuransi mempunyai hak menolak klaim. Unsur kesengajaan yang dimaksud seperti yang disebutkan di atas yaitu kelalaian pengendara yang menerobos banjir secara sadar dan sengaja.

Siapa yang Untung?

Meskipun mobil Anda yang terkena banjir bisa diklaim asuransi, sebenarnya tidak ada keuntungan yang bisa diperoleh. Baik nasabah ataupun pihak asuransi tidak ada yang diuntungkan. Dalam kondisi mobil yang terkena banjir, mulai dari pemilik kendaraan, perusahaan dealer, dan pihak asuransi semua malah dirugikan. Betapa tidak. Anda selaku pemilik mobil mesti menerima kondisi mobil yang tidak seprima kondisi awal. Meskipun mendapat biaya ganti untuk memperbaiki mesin, pastinya terasa beda karena mobil kesayangan sudah melewati proses bongkar pasang perbaikan. Bisa dibilang kondisi mobil sudah tidak orisinil.

Dengan demikian, meski benar mobil Anda diasuransikan tetap jaga kondisi prima kendaraan. Memasuki musim penghujan yang cukup rawan banjir, Anda mesti lebih waspada dalam penggunaan kendaraan pribadi. Bila mendapati jalanan tergenang banjir, bersikap bijak untuk tidak nekat menerobos banjir.

Mobil Anda terkena banjir, apakah dapat diklaim asuransi? Jawabannya bisa, asalkan kerusakan memang murni disebabkan banjir dan tidak ada unsur kesengajaan. Namun, sekali lagi ditekankan. Tidak ada pihak yang diuntungkan dengan mendapat klaim asuransi mobil. Oleh karena itu, gunakan kendaraan pribadi Anda secara bijak.