Apakah Investasi Reksadana Halal?

By on February 21, 2017 | Artikel ini Sudah di baca 1,832 kali

Investasi Reksadana – Hal yang berkaitan dengan halal dan haram bagaikan sesuatu yang sangat sensitif di negara kita, mengingat mayoritas penduduknya memeluk agama islam. Hal ini juga tidak terkecuali dalam kegiatan berinvestasi. Hal ini membuat sebagian orang merasa ragu ketika berniat untuk menginvestasikan dananya ke berbagai instrumen investasi, termasuk Reksadana. Apakah orang-orang yang sudah menginvestasikan dananya ke Reksadana sudah tau bagaimana hukum Reksadana dalam syariat Islam? Apakah investasi reksadana halal?

Jangan sampai Anda terlena dengan keuntungan, namun ternyata uang yang didapatkan adalah uang haram. Naudzubillah. Haruslah Anda ingat jika setiap rezeki yang Anda dapatkan akan dikonsumsi oleh Anda dan keluarga. Sebagai seorang muslim, Anda mungkin sudah tau jika harta yang tidak halal bisa menghalangi doa.

Menurut beberapa orang yang fasih agama, banyak Manajer Investasi Reksadana yang tidak selaras dengan hukum-hukum Islam. Sekarang ini banyak bermunculan lembaga keuangan dan bank-bank yang memperlihatkan keperdulian bagi investor muslim dengan mengeluarkan Reksadana berbasis syariah. Namun, apakah Reksadana Syariah ini dapat diandalkan.

Sesungguhnya, Reksadana Syariah tidak berbeda dengan Reksadana Konvensional. Dana dikumpulkan dari masyarakat untuk kemudian dikelola oleh manajer investasi untuk diinvestasikan kepada beberapa instrument dalam pasar uang dan pasar modal, diantara lain saham, deposito, obligasi, surat utang jangka pendek, dan valuta asing.

Namun tentu saja ada yang berbeda diantara keduanya. Kebijakan investasi dari Reksadana Syariah memegang prinsip-prinsip Islam. Lalu, apakah investasi Reksadana Syariah halal? Begitulah yang dikatakan, karena Reksadana ini diusahakan agar terbebas dari riba dan segala tindakan yang dapat membuat kegiatan ini menjadi haram. Caranya adalah dengan tidak memasukkan obligasi maupun saham yang dikeluarkan dari perusahaan yang berhubungan dengan bisnis hiburan berkaitan dengan maksiat, penjualan minuman keras, pornografi, perjudian, produk mengandung bahan makanan haram, rokok, dan sebagainya ke dalam portofolio investasi.

Strategi investasi yang dipakai dalam Reksadana Syariah juga jauh-jauh dari spekulasi, sehingga diusahakan dikelola berdasarkan hukum islam. Bahkan riga tahun yang lalu, indeks syariah atau juga disebut Jakarta Islamic Index diluncurkan dengan beberapa saham yang dinyatakan halal. Sayangnya, banyak yang meragukan jika saham-saham ini halal 100% atau tidak. Kembali ke Reksadana Syariah, apakah Reksadana ini hanya ditujukan untuk investor muslim saja? Tentu saja tidak. Syariah bukanlah sebuah “keyakinan”, melainkan sebuah “sistem ekonomi” yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, tidak terkecuali masyarakat non-islam. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda semua yang membacanya.

Incoming search terms: