Apa Yang Dimaksud Portofolio Efek Dalam Reksadana?

By on November 8, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 5,038 kali
Reksadana

Apa Yang Dimaksud Portofolio Efek Dalam Reksadana?

Semakin hari, semakin banyak saja orang-orang yang tertarik untuk berinvestasi. Apalagi sekarang ini berinvestasi semakin mudah dengan adanya Reksadana. Memang Reksadana ini sudah ada sejak lama, namun dulu belum banyak orang yang mengerti betul cara  berinvestasi di Reksadana. Ini dikarenakan kurangnya ilmu dan edukasi yang diberikan mengenai investasi dan jenis-jenisnya.

Bahkan, beberapa orang yang sudah terjun ke dunia investasi masih belum begitu memahami betul beberapa istilah yang ada di dalam investasi. Apa yang dimaksud dengan portofolio efek dalam Reksadana? Bisakah Anda menjawab pertanyaan tersebut? Portofolio efek adalah istilah yang lumayan sering digunakan dalam aktivitas berinvestasi di Reksadana. Tapi, apakah Anda mengerti apa itu portofolio efek?

Pada umumnya, efek adalah sebuah sebutan untuk surat-surat berhaga seperti saham, surat utang, reksadana, tanda buktu utang, obligasi, dan yang lainnya. Jadi dapat disimpulkan jika portofolio efek merupakan kumpulan dari efek atau surat-surat berharga milik seseorang ataupun suatu badan. Orang yang bertanggung jawab dalam mengelola portofolio efek ini adalah manajer investasi. Selain bertugas untuk membuat alokasi aset, menyusun serta mempraktekan strategi investasi dan meminimalisasi resiko investor, manajer investasi juga dipercayakan untuk menyesuaikan perubahan yang terjadi pada pasar investasi dengan portofolio efek Reksadana yang dikelolanya. Semua itu adalah tugas manajer investasi selaku pengelola dari produk Reksadana dan dana yang diinvestasikan oleh para investor.

Melihat Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 bab 1 pasal 1 ayat 27, pada dasarnya Reksadana adalah sekumpulan dana dari investor (masyarakat pemodal) yang akan diinvestasikan kembali dalam bentuk portofolio investasi atau portofolio efek oleh manajer investasi. Umumnya, portofolio efek ini dapat berbentuk deposito, obligasi, saham, dan beberapa jenis instrumen investasi yang lainnya. Contohnya saja Reksadana Pasar Uang yang portofolio efeknya berbentuk obligasu, deposito, atau sertifikat Bank Indonesia. Sedangkan di Reksadana Pendapatan Tetap, portofolio efeknya dapat berbentuk surat utang atau obligasi. Untuk Reksadana Campuran, portofolio efeknya digabung dalam bentuk deposito, saham, dan obligasi secara bersama-sama. Yang terakhir adalah Reksadana saham yang bentuk portofolio efeknya adalah saham.

Selain pertanyaan apa yang dimaksud portofolio efek dalam Reksadana, masih banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan istilah-istilah dalam Reksadana. Masih berhubungan dengan portofolio efek, banyak sekali resiko Reksadana yang berhubungan dengannya. Salah satunya adalah resiko default dimana dana investor yang sudah ditempatkan dalam portofolio efek tidak kembali. Selain itu, ketika investor tidak dapat menjual portofolio efek miliknya dan akhirnya mengalami kerugian, resiko ini disebut dengan resiko liquiditas.

Nah, itu dia pembahasan mengenai protofolio efek yang berasal dari pertanyaan apa yang dimaksud portofolio efek dalam Reksadana. Dengan ulasan diatas, semoga Anda dapat mengenal sedikit lebih dekat mengenai Reksadana dan istilah-istilah didalamnya.

Incoming search terms: