Apa Perbedaan Spread Fix dan Floating?

By on June 3, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 2,671 kali

Investasi Forex – Spread fix adalah spread yang fix tidak berubah terlepas dari keadaan market. Spread floating didasarkan pada tingginya supply dan demand, market forex real time. Dalam spread floating, perbedaan antara buy dan sell harga pair berfluktuasi dalam range spread.

Perbedaan utama spread  fix dan float

Spread fix biasanya dalam kisaran spread floating. Sebagai contoh, untuk trading pair EUR / USD, spread fix adalah 2 atau 3 pips. Di sini, trader memastikan bahwa spread fix tidak akan melebar meskipun volatilitas di market mata uang cukup signifikan. Di sisi lain, spread floating untuk EUR / USD trading bervariasi antara 1 sampai dengan  4 pips. Dalam situasi market mata uang yang kuarang stabil, ini bisa sampai setinggi 8 sampai 10 pips. Dengan meningkatnya likuiditas di market, spread floating melebar. Selama pair dalam posisi kurang aktivitas, spread floating masih rendah.

Memilih sebuah Spread

Untuk trader jangka panjang, floating spread adalah pilihan yang baik. Hal ini karena mereka bisa masuk dan keluar market pada saat aktivitas yang lebih rendah. Mereka bisa mendapatkan harga yang di ujung bawah dari spread floating. Untuk trader biasa, spread fix merupakan pilihan yang lebih baik, karena mereka dapat terhindar dari lonjakan spread yang terlalu  tinggi dan rendah selama masa aktivitas market  bergerak terlalu cepat.

Namun, tidak ada keharusan dalam memilih spread sebagai manajemen resiko, gaya trading, kualitas eksekusi  dan kemampuan untuk bereaksi di market volatile adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan Anda. Trader yang suka  dengan kondisi yang  bergerak cepat di market mata uang dapat memilih spread sesuai rencana tradingnya.

Spread fix dan floating tidak benar-benar berpengaruh begitu banyak untuk trader jangka panjang. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa dalam periode waktu yang lebih lama, perbedaan beberapa pips hampir sama. Para ahli merasa bahwa spread kadang-kadang fix memberikan insentif yang lebih rendah untuk trader, yang memiliki selera risiko yang lebih tinggi.

Penghematan Biaya dalam Spread Fix

Meskipun keraguan atas spread fix, trader forex merasa bahwa spread ini memberikan penghematan biaya. Sebagai contoh, seorang trader membuka 100 trading EUR / USD dalam spread floating. Dia menempatkan 20 trading pada 1 pip, 40 pada 2 pips dan 40 lainnya di 8 pips (ketika market volatile). Biaya-Nya datang ke USD 420 spread (20 x 1 + 40 x 2 + 40 x 8). Jika ia memilih spread fix pada 2 pips, maka biaya itu akan datang menjadi hanya USD 200 di spread (100 x 2). Dengan demikian, ia akan menghemat USD 220 jika ia telah menggunakan spread fix.

Hal ini juga diketahui bahwa pada saat volatilitas tinggi, trader dapat kehilangan banyak uang jika mereka menggunakan spread floating. Untuk pemula, spread fix dianjurkan. Ketika mereka mendapatkan kondisi  lebih nyaman dengan trading di market mata uang, maka mereka cenderung beralih ke spread floating karena sifat kompetitif spread tersebut.

Perlu diingat bahwa eksekusi yang buruk juga dapat merusak perencanaan trading pada spread fix.

Dengan demikian, direkomendasikan bahwa semua trader harus memiliki strategi yang jelas dalam pikiran sebelum benar-benar trading forex  mulai dengan uang real. Apapun pilihan spread dan strategi yang  anda pilih, trading forex adalah pilihan terbaik dalam menghasilkan uang.