Apa Perbedaaan JKN dan BPJS Kesehatan?

By on January 12, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 529 kali

Asuransi – JKN dan BPJS Kesehatan sama-sama merupakan program kesehatan yang dibuat oleh pemerintah. Banyak orang yang menanyakan mengenai apa perbedaan jaminan kesehatan nasional dan BPJS karena fungsi keduanya hampir sama. JKN atau jaminan kesehatan nasional merupakan program kesehatan pemerintah yang menggunakan sistem asuransi. Seluruh masyarakat Indonesia yang mengikuti JKN harus mengumpulkan uang sebagai jaminan kesehatan untuk masa yang akan datang. Untuk masyarakat yang tidak mampu akan ditanggung pemerintah mengenai biaya yang harus dibayarkan untuk mengikuti JKN. BPJS ini diawasi oleh DJSN (Dewan Jaminan Sosial Nasional). Masyarakat yang ingin mengikuti BPJS harus mendaftar dan membayar iuran bulanan melalui kantor BPJS yang ada di daerah pendaftar. JKN merupakan program kesehatannya sedangkan BPJS merupakan badan penyelenggaranya. Banyak orang yang bingung mengenai kedua hal ini padahal ini sangat jelas perbedaannya.

Alur Pembuatan Kartu BPJS Kesehatan

Jika anda merupakan pegawai dari institusi pemerintah maka anda tidak perlu mendaftar ke kantor BPJS lagi karena pada dasarnya anda telah terdaftar dan biaya premi bulanan telah dipotong dari gaji anda. Berikut cara untuk pembuatan kartu BPJS Kesehatan:

  1. Langkah pertama untuk membuat JKN secara perorangan adalah mendaftar ke kantor  BPJS yang ada di daerah anda. Anda bisa mendaftar ke kantor pusat BPJS atau kantor BPJS yang paling dekat dengan rumah anda. Anda bisa mendaftarkan diri sendiri atau keluarga. Selanjutnya, isilah formulir dengan data-data yang benar.
  2. Setelah mengisi formulir tersebut maka anda akan diberikan virtual account atau kode bank. Kode bank ini digunakan untuk membayar premi bulanan BPJS sesuai dengan tingkatan kelas yang dipilih. Anda bisa membayarnya melalui bank yang bekerjasama dengan BPJS. Bahkan anda bisa membayar melalui minimarket yang telah bekerjasama dengan pihak BPJS.
  3. Jika sudah membayar premi sesuai dengan tingkatan kelas maka anda akan mendapatkan kartu BPJS. Kartu ini bisa digunakan pada rumah sakit atau klinik yang terdapat pada kartu anda. Fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh pemerintah semuanya telah tergabung dengan BPJS. Untuk fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh swasta masih 70% yang tergabung dengan BPJS.

Alur Pelayanan BPJS Kesehatan

Alur pelayanan dari BPJS kesehatan ini tidaklah rumit. Anda bisa mengikuti prosedur pelayanan BPJS kesehatan seperti ini:

  1. Untuk anda yang ingin berobat menggunakan kartu BPJS maka langkah pertama adalah mendatangi puskesmas atau klinik tingkat 1. Jika penyakit anda tidak bisa ditangani oleh puskesmas atau klinik maka anda akan diberikan rekomendasi untuk mengikuti layanan kesehatan yang ada di rumah sakit pemerintah atau swasta yang ada di daerah anda.
  2. Selanjutnya pemegang kartu BPJS yang telah terdaftar selama 3 bulan bisa memilih untuk fasilitas tingkat pertama yang diinginkan. Anda tidak boleh memilih fasilitas tingkat lainnya, hanya tingkat pertama. Jika penyakit anda tidak bisa ditangani oleh tingkat pertama maka barulah anda bisa meminta rekomendasi atau rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lainnya.
  3. Fasilitas tingkat pertama ini hanya bisa digunakan di daerah tempat terdaftar. Tidak diperbolehkan untuk ke tempat lainnya kecuali pada keadaan yang sangat darurat. Biasanya pada kartu BPJS anda akan terdapat fasilitas kesehatan tingkat pertama yang bisa anda kunjungi. Jika keadaan darurat seperti kecelakaan maka bisa langsung mengunjungi rumah sakit untuk diberikan pertolongan.

Semua masyarakat Indonesia harus terdaftar ke dalam keanggotaan BPJS kesehataan sehingga tidak perlu khawatir mengenai fasilitas kesehatan dan biaya untuk berobat. Premi bulanan dari BPJS kesehatan juga cukup terjangkau tergantung dengan tingkatan kelas yang dipilih. Nah, sekarang anda sudah mengetahui mengenai apa perbedaan jaminan kesehatan nasional dan BPJS.