Apa Itu Fed Tapering?

By on December 5, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,923 kali
Fed Tapering

Apa Itu Fed Tapering?

Investasi – Hari – hari ini kita kerap sekali disuguhkan dengan berita – berita dan artikel – artikel baik dari FB, Twitter, milis, televisi, dan market review bertajuk ‘tapering’. So, sebenarnya sob traders semua tahu ga sih apa itu artinya ‘tapering’? Klo mau gampangnya, tapering tak lain dan tak bukan adalah langkah pengurangan ‘stimulus’…. hadeh, bahasa apa lagi ini. Okelah, daripada kita mencoba bahasa sok ‘intelekisasi’  tapi ga ‘ngeh’ , saya mencoba memberikan pencerahan sedikit mengenai apa itu ‘tapering’ dan ‘stimulus’ supaya sob2 semua mendapatkan energy ‘Zen’….  Here we go…

Fed Tapering adalah rencana pengurangan pembelian obligasi (surat hutang) dari masyarakat oleh Bank Sentral Amerika (The Fed). Kalau dulu dalam sebulan The Fed bisa membeli obligasi sampe dengan 80juta dolar, sekarang mungkin akan dikurangi jadi separonya: 40juta dolar per bulan. Kenapa dikurangi? (yang bahasa kerennya ‘tapering’ tadi) Karena The Fed khawatir jumlah uang yang beredar di masyarakat jadi terlalu banyak.

Prosedur moneter standar bisa digambarkan seperti ini :
Bila uang yang beredar di masyarakat terlalu banyak, pemerintah atau The Fed menjual obligasi (surat hutang) ke masyarakat dengan kupon 1% dan akan jatuh tempo 30 tahun. Lama banget ya? Prosedur di atas digunakan bila Pemerintah atau The Fed ingin mengurangi jumlah uang beredar sehingga diharap uang yang ada di masyarakat akan ‘tersedot’ ke Bank Sentral Amerika untuk membeli obligasi tadi.

Tapi bila ingin menambah jumlah uang beredar,atau bahasa kerennya Quantitative Easing (QE), prosedurnya dibalik. The Fed membeli surat utang Pemerintah (atau Treasury Bond, biasa disingkat T-Bond) dan surat hutangnya sendiri dari masyarakat yang dijual tadi. Surat hutang itu pasti kan punya harga, misal 1 juta dolar selembar. Nah, The Fed akan mencetak uang sendiri untuk membayar T-Bond tersebut. Makanya disebut quantitative, karena Bank Sentral betul-betul mencetak uang untuk menambah jumlah uang beredar di masyarakat. Enak ya…

Kemana larinya uang-uang yang sudah dicetak tadi itu?
1. Bisa lari ke konsumsi (belanja, makan, beli rumah, beli gadget, bayar kuliah, dan lain-lain)
2. Dimasukkan lagi ke tabungan atau deposito
3. Untuk membeli saham
4. Berspekulasi di pasar komoditas.

Poin pertama sudah jamak dilakukan, dan konsumsi masyarakat sampai tulisan ini dibuat hanya mampu menggerakkan ekonomi Amerika sampai 3% saja.

Poin kedua justru sangat jarang dilakukan karena mayoritas masyarakat sana kebanyakan terjerat kredit (kredit KPR sejak 2008 yang belum lunas, kredit sekolah/kuliah, kredit kendaraan, kredit konsumsi,dll).

Poin ketiga dan keempat ini yang jadi kekhawairan The Fed. Sejak program QE diperpanjang tahun lalu, bursa Nasdaq dan NYSE terus-menerus mencetak rekor tertingginya. Padahal tujuan utama The Fed meluncurkan QE adalah agar masyarakat berbelanja barang konsumsi dan modal untuk usaha di sektor real untuk memutar perekonomian negaranya, bukannya malah buat berspekulasi di pasar modal dan komoditas. Makanya mereka mengurangi aktivitas mencetak uang ini supaya dana yang beredar di bursa saham bisa berpindah ke dunia tenaga kerja dan konsumsi (from Wall Street to Main Street).

Jadi saat ini The Fed sedang menghadapi masalah dilematik yang agak sulit dalam mengambil keputusan untuk mengurangi stimulus (taper). Jika program quantitative easing diteruskan maka dalam jangka panjang akan menyebabkan pasar keuangan mengalami inflasi yang sulit dikendalikan atau bubbles (menggelembung), namun jika dihentikan dikhawatirkan akan menimbulkan krisis keuangan baru.

So, apa akibatnya bila tapering ini betulan dijalankan The Fed? Kemungkinan yang terjadi mata uang USD bisa saja melesat naik terhadap kurs mata uang negara lain coz berkurangnya suply USD menjadikan USD akan sangat diminati. Dampaknya harga aset2 dan bursa saham bisa saja berguguran karena maraknya aksi jual.

Udah paham kan sekarang. Maka kita sekarang adalah Educated Investors bukan ?