Apa Itu Bitcoin? Mata Uang yang Sedang Viral

By on May 29, 2017 | Artikel ini Sudah di baca 193 kali

Muncul pertama kalinya tahun 2009, bitcoin hingga saat ini tetap eksis. Sekalipun nilai tukarnya fluktuatif dan sulit diprediksi, harganya cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Terakhir nilai bitcoin meroket, mengalahkan nilai emas.

Serangan siber skala global WannaCry telah membuat gempar banyak orang. Dalam waktu singkat, kabar serangan ransomware ini menjadi viral. Orang-orang yang terbiasa menggunakan perangkat komputer khawatir virus WannaCry menginfeksi komputer mereka.

Seluruh file dari komputer yang terkena serangan WannaCry terkunci secara otomatis atau terenkripsi secara digital. Untuk membukanya, korban harus menyetorkan uang senilai US$300 ke rekening hacker yang menyebarkan WannaCry. Tapi, bukan benar-benar dolar dalam bentuk nyata yang diminta, melainkan dalam bentuk bitcoin.

Nama bitcoin pun turut jadi perhatian atas kejadian tersebut. Tersisa pertanyaan dari kasus WannaCry. Sebenarnya, apa itu bitcoin? Berikut ini penjelasannya.

Bitcoin: Mata Uang Digital Bebas dari Ikatan Bank dan Negara

Penggunaannya yang universal, bebas dari aturan bank dan negara. Bitcoin menawarkan kemudahan transaksi bagi penggunanya. Dimunculkan tahun 2009 oleh pemakai nama Satoshi Nakamoto, bitcoin merupakan salah satu mata uang digital (cryptocurrencies) yang siapa saja boleh menggunakannya tanpa perlu mengungkapkan identitas asli (anonim) dan tanpa perlu kontrol dari otoritas semacam bank sentral. Inilah alasannya kenapa hacker penyebar WannaCry menginginkan bitcoin.

Berbeda dengan mata uang pada umumnya yang penerbitan dan peredarannya diatur bank sentral dan negara, bitcoin didapatkan dengan memecahkan angka-angka matematis (algoritma) atau komputasi. Dengan menggunakan hardware dan software khusus, bitcoin diperoleh dalam proses mining atau menambang (menggantikan istilah komputasi).

Keleluasaan yang terdapat pada bitcoin dengan menyerahkan kontrol sepenuhnya kepada pengguna tidak lantas diartikan pengguna juga leluasa melakukan perubahan. Perlu kesepakatan bersama di antara pengguna agar penggunaan bitcoin tetap sesuai sebagaimana mestinya. Dengan adanya kesepakatan atau konsensus di antara semua pengguna, bitcoin akan dan tetap bekerja dengan baik.

Karena hadir secara digital dan ditransaksikan secara online, bukan berarti bitcoin tidak memiliki nilai tukar. Bitcoin bisa ditukarkan ke mata uang yang selama ini umum digunakan masyarakat. Penukarannya diwadahi website Bitcoin exchange. Dibuka dengan harga US$84,1 pada 2013, nilai tukar terakhir bitcoin terhadap dolar telah menyentuh angka US$2.216,20.

Tercatat sejumlah merchants telah menerima pembayaran dengan bitcoin. Beberapa nama yang sudah terkonfirmasi, di antaranya PayPal, Microsoft, Dell, Newegg, Overstock.com, Expedia, TigerDirect, Dish Network, Zynga, Time Inc, PrivateFly, Virgin Galactic, Dynamite Enterntainment, Clearly Canadian, dan Sacramento Kings.

Kelebihan dan Kekurangan Bitcoin

Terlepas dari konsepnya sebagai alternatif alat pembayaran dan menggeser transaksi konvensional, bitcoin di samping memiliki kelebihan, juga memiliki kekurangan. Apa saja kelebihan dan kekurangan bitcoin? Tabel di bawah ini akan menjelaskannya.

Bitcoin
Kelebihan Kekurangan
Tidak kenal batas, baik batas wilayah maupun batas beruapa aturan perbankan dan negara. Artinya, transaksi dengan bitcoin bisa dilakukan lintas wilayah dan benua tanpa terikat aturan perbankan dan negara. Penerimaan bitcoin sebagai alat bayar masih minim.
Layanan transaksinya berbiaya rendah. Fluktuatif atau nilai tukarnya naik turun. Beberapa faktor yang memengaruhi, di antaranya jumlah bitcoin yang beredar, jumlah pengguna yang lebih sedikit ketimbang trader, berita, dan peretasan.
Relatif aman dan efisien. Modus penipuan semisal pemalsuan uang tidak akan dialami pengguna. Selain itu, konsesusnya meminimalkan dari risiko. Software bitcoin belum final sehingga sewaktu-waktu mengalami perubahan.
Transparan karena semua informasi terkait bitcoin dapat dilihat semua pengguna. Memberi peluang besar bagi pelaku kejahatan atau yang enggan membayar pajak untuk melakukan pencucian uang.
Tidak terpengaruh inflasi. Rentan hilang akibat human error semisal hilangnya hardisk tempa menyimpan bitcoin. Otomatis, bitcoin pun juga hilang.

 

Bebas dari keharusan untuk memberikan identitas pribadi.

Bagaimana Bank Indonesia (BI) Menyikapi Bitcoin?

Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral di Indonesia memberikan pernyataannya terkait fenomena bitcoin. Pernyataan tersebut disampaikan pada 6 Februari 2014 dengan merujuk UU No. 7 Tahun 2011. Isinya menyatakan bitcoin dan virtual currency lainnya bukan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia. BI juga mengimbau masyarakat supaya berhati-hati jika menggunakan bitcoin dan virtual currency lainnya.

Selain Indonesia, sejumlah negara juga bereaksi atas fenomena bitcoin. Malaysia dan Thailand melarang penggunaan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Sementara Singapura membolehkan penggunaan bitcoin asal pengguna membayar pajaknya ketika ditukar ke mata uang, produk, atau jasa. Di Cina bitcoin tidak diakui sebagai mata uang legal.

Pahami Bitcoin Baik-Baik Sebelum Membelinya

Efisiensi dan keleluasaan yang ditawarkan bitcoin memang begitu menarik. Lintas wilayah dan lepas dari regulasi perbankan serta negara menjadikan bitcoin sebagai pilihan alternatif dalam bertransaksi. Meskipun demikian, kekurangan yang terdapat pada bitcoin tidak boleh diabaikan.

Nilai tukarnya yang tidak stabil dan software-nya yang masih beta jadi hal yang perlu diwaspadai. Karena itu, pertimbangkan baik-baik sebelum menggunakan bitcoin.

 

 

 

 

Sumber: cermati.com

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty