Anda Sudah Berusia 20 Tahun? Saatnya Menabung Sebanyaknya

By on February 23, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 3,007 kali

Anda Sudah Berusia 20 Tahun, Saatnya Menabung SebanyaknyaPerencanaan Keuangan – Apakah saat ini Anda berusia ‘kepala 2’? Jika ya, selamat! Ini adalah momen yang tepat bagi Anda untuk menabung, atau mempersiapkan masa depan finansial Anda. Di usia ini, kemungkinan besarnya Anda masih belum berkeluarga, atau kalaupun sudah, anak Anda masih berusia di bawah 5 tahun, sehingga keperluan untuk biaya sekolahnya masih belum terlalu membebani Anda.

Karena itu, saat ini Anda harus mulai memikirkan tentang perencanaan finansial Anda karena kemungkinan besarnya Anda masih bisa mengalokasikan penghasilan Anda untuk menabung lebih banyak dibandingkan jika Anda sudah berkeluarga atau mempunyai tanggungan. Langkah-langkah berikut ini bisa membantu Anda menyisihkan lebih banyak untuk menabung:

Ketahui berapa banyak kebutuhan Anda setiap bulan

Sebelum Anda bisa mulai menabung, Anda harus mengetahui dengan pasti berapa banyak uang yang Anda butuhkan setiap bulannya. Untuk mengetahui hal ini, Anda perlu mengetahui dengan pasti berapa pengeluaran Anda, dengan cara menuliskan dengan rinci apa-apa saja pengeluaran Anda, termasuk membeli rokok, membayar parkir, dan membeli minuman ringan. Setelah itu, Anda bisa mengevaluasi dan melihat pengeluaran apa saja yang termasuk kebutuhan (you cannot live without) dan apa saja yang termasuk kesenangan atau keinginan Anda saja.

Dengan mengetahui dengan pasti berapa banyak yang Anda butuhkan setiap bulan, Anda bisa dengan bijak dan pasti menyisihkan sebagian penghasilan Anda untuk ditabung.

Sisihkan 50% – 80% dari sisa budget Anda untuk ditabung

Kurangi penghasilan Anda dengan jumlah total kebutuhan Anda setiap bulan. Misalnya penghasilan Anda setiap bulannya adalah 2 juta rupiah, dan total kebutuhan Anda adalah 1,5 juta rupiah. Maka sisa budget Anda yang dapat Anda tabung adalah 500 ribu rupiah. Walaupun Anda pasti merasa tergoda untuk menabungkan seluruhnya, cukup alokasikan 50% – 80% untuk ditabung. Mengapa? Karena terkadang ada kebutuhan-kebutuhan yang muncul secara mendadak, misalnya ban motor yang kempes atau beras Anda sudah rusak sehingga harus membeli baru. Dengan demikian jika terjadi kejadian tak terduga, Anda tidak perlu mengambil dari tabungan Anda.

Kurangi pengeluaran yang  bisa dikurangi

Setelah Anda mengevaluasi pengeluaran Anda setiap bulan, tanyakan pada diri Anda, “Apa pengeluaran kurang penting yang bisa saya kurangi?”. Misalnya, Anda tidak perlu makan di luar 5x seminggu, tapi cukup 1x seminggu. Atau Anda tidak perlu naik ojek setiap hari, tapi bisa menggantinya dengan berjalan kaki.

Auto-debit tabungan Anda untuk membantu Anda berdisiplin

Untuk membantu Anda rutin dan disiplin menabung, Anda dapat membuat rekening tabungan khusus, dan mengatur tabungan Anda agar didebet secara otomatis setiap bulannya. Atur tanggal auto debet sehari setelah gaji diterima. Dengan demikian, mau tidak mau, Anda harus menabung, dan pengeluaran Anda menyesuaikan dengan sisa uang yang Anda miliki.

Pertimbangkan untuk menambah ‘aset’

Aset yang dimaksud di sini adalah tabungan dalam bentuk benda yang mempunyai nilai tambah di waktu yang akan datang. Misalnya, logam mulia atau tanah. Salah satu alternatif untuk menabung adalah dengan membeli logam mulia sedikit demi sedikit, atau mencari peluang membeli tanah di daerah lain yang harganya belum terlalu melambung. Salah seorang teman pernah membeli tanah seluas 1.000 meter di salah satu kota kecil di Kalimantan dengan harga 4.000 rupiah per meter. Tanah tersebut kemudian disewakan kepada petani dan saat ini sudah menghasilkan. Menarik bukan?

Terdengar ‘menyiksa’?? Kalau sudah mulai Anda jalani, pasti terasa lebih ringan kok! Ingatlah pepatah, Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian – Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Ketekunan Anda menabung sekarang pasti akan terasa manfaatnya 10 atau 20 tahun dari sekarang. Selamat menabung!

 

Sumber: mywealth.co.id