Analisa Cara Berbisnis Tradisional dan Modern

By on October 23, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 308 kali

Start-Up Bisnis – Seiring dengan perkembangan jaman yang terus maju maka juga diikuti dengan berbagai perkembangan bisnis. Banyak bisnis baru yang bermunculan sementara bisnis yang lama mencoba untuk terus bisa bertahan. Hal yang paling terlihat adalah munculnya konsep bisnis modern yang dijalankan oleh pebisnis baru. Mereka memiliki keberanian untuk bersaing dan merasa percaya diri bisa menjalankan bisnis dengan baik. Ada berbagai perbedaan pebisnis tradisional dengan modern yang terlihat sangat menonjol. Berikut ini adalah beberapa analisa bisnis tradisional dengan modern yang bisa Anda perhatikan.

Kesempatan Memulai Bisnis

Pebisnis tradisional dengan modern memiliki perbedaan alasan untuk mulai mengembangkan sebuah bisnis. Biasanya pebisnis tradisional selalu melihat perkembangan bisnis dari peluang yang muncul secara sengaja maupun tidak sengaja. Selain itu peluang bisnis tradisional juga dipengaruhi oleh beberapa kesempatan seperti ada tawaran bisnis yang menjanjikan, bisnis yang sedang berkembang pesat, bisnis yang sedang menjadi trend dan adanya kekuatan modal dan aset yang sangat besar. Bahkan juga bisa dipengaruhi dari keluarga. Namun seorang pebisnis modern biasanya melihat peluang dari sebuah masalah yang terjadi dalam masyarakat. Kemudian bisnis dilakukan untuk mencari jalan keluar dari masalah tersebut dan bisnis berkembang selama masalah itu masih ada dan terus terjadi.

Sasaran Bisnis

Sasaran bisnis untuk pebisnis yang tradisional biasanya mengarah ke tujuan yang lebih banyak demi mendapatkan keuntungan yang besar. Misalnya saja sebuah toko yang didirikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan dan terkadang dicampur dengan produk yang tidak berhubungan. Misalnya saja toko obat atau apotik yang menjual kosmetik, toko mebel yang juga menjual produk baju dan semua jenis produk yang dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini dipengaruhi dari peluang yang muncul bersamaan dan keinginan mendapatkan keuntungan yang besar. Namun seorang pebisnis yang modern akan selalu mengembangkan bisnis secara fokus hanya untuk menyelesaikan satu masalah saja. Keuntungan didapatkan dari hubungan dengan konsumen yang terus dijalin dengan baik.

Persaingan Konsumen dan Harga

Pebisnis tradisional hanya melihat pasar dari satu titik yaitu mendapatkan keuntungan yang sangat besar namun tidak mengutamakan kualitas produk. Sistem ini dilakukan untuk berbagai bidang misalnya saja jika usaha atau bisnis masih bisa dilakukan sendiri atau bersama dengan keluarga maka pebisnis tradisional tidak akan memakai karyawan. Mereka akan berusaha memenuhi kebutuhan tenaga kerja secara manual untuk menghemat pengeluaran dan mendapatkan keuntungan yang besar. Namun seorang pebisnis modern selalu membutuhkan orang lain dengan kualitas kerja terbaik. Pebisnis modern hanya ingin memberikan yang terbaik untuk konsumen karena itu tidak hemat dalam mengeluarkan modal

Target Skala Keuntungan

Dari berbagai jenis bisnis yang berkembang maka bisa terlihat adanya perbedaan skala target keuntungan untuk pebisnis tradisional dan modern. Misalnya saja untuk pebisnis yang tradsional maka selalu merasa ingin mendapatkan target keuntungan yang sama namun tidak mengadakan perubahan produk. Salah satu contohnya adalah pebisnis warung pecel yang bisa mendapatkan keuntungan dengan target Rp 500.000. Maka pebisnis ini hanya ingin mendapatkan target yang sama untuk setiap bulannya. Bahkan juga tidak memikirkan untuk mengembangkan bisnis yang lebih modern. Sementara pebisnis modern selalu memiliki target keuntungan yang sudah dirancang sejak awal. Misalnya saja sudah mendapatkan keuntungan Rp 500.000 maka pada periode selanjutnya harus mendapatkan keuntungan yang lebih besar dan penambahan jumlah konsumen atau klien.