Alokasi Biaya Investasi Reksadana

By on June 24, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,342 kali
investasi reksadana

Alokasi Biaya Investasi Reksadana

Memang banyak orang bertanya-tanya mengenai keuntungan yang di dapat dari investasi reksadana itu seberapa besar. Karena dengan modal awal yang dibutuhkan terlalu tinggi terkadang membuat sebagian orang mengurungkan niatnya untuk memilih reksadana sebagai media investasinya. Biasanya reksadana dilakukan hanya oleh seorang investor kelas atas maupun seseorang yang mempunyai perusahaan besarlah yang mampu berinvestasi sehingga perlu mengalokasikan pendapatan dari perusahaan melalui reksadana untuk memperoleh keuntungan tambahan perusahaan terlebih apabila yang dibeli seperti saham dari suatu perusahaan besar. Investasi di reksadana memang modal yang harus dikeluarkan jumlahnya tidak sedikit sebab dari dana tersebut akan dilakukan pengalokasian dana terhadap masing-masing keperluan dengan rincian yang bersifat transparan atau dapat kita lihat secara langsung, hal ini bertujuan untuk suatu saat tidak terjadi kesalahpahaman antara si pelaku investasi dengan penjual reksadana sehingga tidak terkesan ditutup – tutupi.

Pembagian Alokasi Biaya yang terjadi ketika berinvestasi di reksadana dapat kita ketahui seperti dibawah ini. Dimana alokasi tersebut telah dibagi-bagi kedalam beberapa bagian yang memang telah ditetapkan oleh pihak yang bersangkutan.

1. Yang pertama adalah biaya yang akan dibebankan ke reksadana.

  • Imbalan terhadap jasa yang dilakukan sang manajer investasi
  • Imbalan terhadap jasa yang dilakukan oleh bank kustodian
  • Biaya dari adanya transaksi efek
  • Imbalan terhadap jasa yang dilakukan seorang akuntan serta konsultan
  • Biaya dari adanya pembuatan laporan hasil keuangan
  • Biaya dari adanya pembaharuan dan distribusi prospektus
  • Biaya dari adanya pengeluaran yang digunakan demi memenuhi kebutuhan mendesak yang dilakukan untuk kepentingan reksadana
  • Biaya untuk membayar pajak yang berhubungan dengan kebutuhan diatas.

2. Yang kedua adalah biaya yang akan dibebankan kepada sang manajer investasi.

  • Biaya yang dibebankan untuk mempersiapkan pembuatan reksadana (baik itu digunakan untuk membuat KIK maupun beberapa dokumen yang dibutuhkan, hal ini sudah termasuk juga imbalan untuk jasa dari seorang akuntan, notaris maupun seorang konsultan hukum).
  • Biaya yang dibebankan guna administrasi untuk keperluan pengelolaan sebuah portofolio di reksadana (Misalnya seperti fotokopi, fax, telepon, biaya transportasi maupun saat melakukan usahanya).
  • Biaya yang dibebankan untuk pemasaran (hal ini sudah termasuk dalam biaya percetakan, biaya promosi maupun biaya yang dikeluarkan untuk iklan di reksadana).
  • Biaya yang dibebankan guna mencetak serta mendistribusikan formulir untuk transaksi (baik itu formulir pembelian atau penjualan, formulir tentang pengalihan suatu unit penyertaan maupun bukti dari kepemilikan suatu unit penyertaan)
  • Biaya untuk mencetak serta mendistribusikan prospektus yang baru dilakukan pertama kali.
  • Imbalan atas jasa seorang konsultan, notaris dan juga seorang akuntan, serta adanya biaya untuk pihak ketiga.

3. Yang ketiga adalah biaya yang dibebankan kepada pemegang unit penyertaan.

  • biaya yang digunakan untuk pembelian suatu unit penyertaan
  • biaya yang digunakan untuk penjualan kembali suatu unit penyertaan
  • biaya yang digunakan untuk pengalihan suatu unit penyertaan

Demikian tadi sebagian dari alokasi dari biaya yang di investasikan di reksadana, jadi apa anda tidak mengetahui kenapa investasi di reksadana itu modalnya harus cukup besar apabila kita bandingkan dengan jenis investasi lain. dengan membaca artikel di atas diharapkan sekarang anda mengetahui dan mengerti mengenai investasi reksadana. Satu lagi yang perlu anda ingat yakni untuk mendapatkan suatu keuntungan yang besar maka anda pun harus berani untuk mengeluarkan sejumlah modal yang besar pula.