Aksi Borong Emas Merebak, Harga Terus Melaju

By on April 26, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,323 kali
investasi emas

Aksi Borong Emas Merebak, Harga Terus Melaju

Harga emas sempat menanjak lebih dari 1% pagi ini mencapai harga terbaiknya dalam dua pekan ke US$ 1.485,50 per ons. Aksi borong emas di kala harganya melemah baik di bursa maupun di pasar fisik masih terus terjadi.

Harga emas spot di bursa Singapura bergerak liar. Setelah melambung tadi pagi, kini harga masih bergerak di sekitar US$ 1.475,46 pukul 10.15 WIB, . Harga emas spot ini sudah reli selama tiga hari penuh.

Di waktu yang sama, harga kontrak emas di bursa New York melaju 0,85% dari penutupan kemarin ke US$ 1.474,40.Harga sempat menembus US$ 1.484,80 per ons di pukul 08.23 WIB tadi.

Aksi bargain hunting masih berlangsung behka nketika harga sudah rebound lebih dari US$ 100 dari kejatuhannya pada 15 April. Ketika itu, emas tiba-tiba anjlok dalam ke level terlemah dalam dua tahun di US$ 1.321.

Diler-diler emas fisik mengalami kelangkaan emas batang, koin, dan produk lainnya. “Ada panic buying. Semua orang membeli emas. Masih ada peluang harga naik ke US$ 1.500 dan bahkan sedikit lebih tinggi lagi. US$ 1.525 adalah batasan besarnya,” kata Ronald Leung, Chief Dealer di Lee
Cheong Gold Dealers di Hong Kong.

MEnurutnya, tidak gampang lagi berbalik ke US$ 1.400 selama pasar emas fisik masih ketat. “Masalahnya adalah tak ada stok yang tersedia segera,” tuturnya.

Premium emas batang di Hong Kong melompat ke level tertingginya sejak Oktober 2011 pekan ini. Premium atau selisih harga emas batang dengan harga emas spot di London sudah mencapai US$ 3. Sebagian karena kenaikan permintaan dari China, konsumen emas terbesar kedua setelah India.

Harga emas juga terpacu oleh peluang aksi beli emas bank sentral setelah Rusia dan Turki menambah cadangan emasnya di Maret. IMF melaporkan bahwa kedua bank sentral ini langsung memborong emas di tengah kejatuhan spektakuler harga emas bulan ini.

Namun, penurunan kepemilikan emas dalam produk investasi ETF masih menunjukkan bahwa investor belum sepenuhnya percaya. Kepercayaan diri investor emas dan mereka yang bullish pada emas masih terganggu.

Kemarin (25/4), produk ETF berbasis emas terbesar dunia, SPDR Gold Trust, mengatakan aset emasnya turun 0,25% ke 1.090,27 ton, dibandingkan jumlahnya di hari sebelumnya. (Rika Theo, Kontan)