Adakah Reksadana yang Tidak Bisa Merugi?

By on July 23, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,270 kali
Investasi-Resadana

Adakah Reksadana yang Tidak Bisa Merugi?

Investasi ReksadanaApabila dilihat berdasarkan harga dari NAB/Up reksadana, nampaknya jawaban atas pertanyaan tersebut yaitu jenis reksadana pasar uang. Jadi logikanya untuk reksadana pasar uang harganya akan selalu Rp. 1000. Sehingga rasanya jenis reksadana pasar uang lah yang nampaknya akan selalu untung. Namun apakah memang benar demikian?

Sebenarnya reksadana ini melakukan investasi di instrumen pasar uang. Dan yang dimaksudkan instrumen pasar uang yaitu surat pengakuan hutang, sertifikat bank indonesia, sertifikat deposito dan juga instrumen obligasi yang mana waktu jatuh temponya tidak lebih dari 1 tahun. Sebab anggapan mengenai surat berharga itu waktu jatuh temponya akan sangat dekat dan pastinya sangat likuid, oleh karena itu mengapa disebut dengan instrumen pasar uang. Apabila sudah dekat dengan waktu jatuh tempo, biasanya surat tersebut tidak akan ditransaksikan dan akan terus dipegang sampai jatuh tempo tiba. Keuntungan yang bisa didapatkan para investor berupa unit penyertaan. Maksudnya jika investasi tersebut bisa mendapatkan bunga maka bunga itu akan diberikan secara langsung kepada investor berupa bonus unit penyertaan yang mana nilainya setara dengan bunga tersebut. Jadi misalkan investor melakukan pembelian reksadana pasar uang dengan harga 100 juta, maka dengan harga 1000 dapat diperoleh jumlah unit penyertaan sebanyak 100.000. Dan apabila investor mendapatkan profit 10%, lalu investor tersebut diberikan unit penyertaan tersebut dengan perhitungan 10% x 100.000 sama dengan 10.000 unit.

Dari adanya bonus tersebut nilai investasi dari investor tersebut akan menjadi 100.000 + 10.000 sama dengan 110.000 unit. Kemudian untuk nilai investasinya sekarang 110.000 unit x 1000 sama dengan 110 juta rupiah. Kenyataannya, pemberian bonus unit tersebut hanya berlaku harian saja. Artinya dalam setiap hari para investor akan diberikan bonus unit berdasarkan perubahan dari harga serta bunga dalam instrumen pasar uang. Selain itu untuk pengumumannya, Manajer Investasi serta Bank Kustodian akan menunjukkan hasil dai investasi hanya dalam 30 hari dan juga satu tahun terakhir. Oleh karena itu reksadana pasar uang kinerjanya memang agak sulit untuk kita pantau harian sebab pergerakan hariannya tidak begitu terlihat.

 Kenyataannya

Pada dasarnya reksadana pasar uang juga bisa saja merugi. Jadi kerugian itu terjadi ketika surat berharga (deposito dan obligasi) yang digunakan sebagai underlying asset tersebut gagal dibayarkan. Kemungkinan terjadinya kerugian yang lain pada saat instrumen pasar uang terpaksa dijual kembali dikarenakan oleh adanya redemption untuk jumlah yang besar serta harga jualnya dibawah dari harga beli.

Apabila pada reksadana, biasanya kerugian bisa tercermin seiring penurunan NAB/UP. Akan tetapi untuk reksadana pasar uang, umumnya yang terjadi yaitu adanya pengurangan unit penyertaan yang telah dimiliki oleh investor. Sehingga unit penyertaan tersebut akan dipotong berdasarkan penurunan nilai dari portofolio investasi. Walaupun kemungkinan terjadinya sangat kecil, tapi hal ini pernah terjadi khususnya pada reksadana pasar uang di tahun 2008.