6 Tips Sukses Investasi Reksadana

By on October 21, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,358 kali
Reksadana

6 Tips Sukses Investasi Reksadana

Bagaimana tips sukses dalam investasi reksadana? Apakah yang dimaksud dengan reksadana ? Investasi Reksadana sekarang ini sudah menjadi salah satu bisnis investasi yang cukup diminati masyarakat. Ini terlihat dari banyaknya investor yang berinvestasi melalui reksadana dari tahun ketahun peningkatannya cukup signifikan. Kata investasi sudah cukup terlalu sering didengarkan dimana-mana banyak orang yang sering bercerita positif dan negatif tentang sebuah investasi. Namun yang perlu diingat adalah bisnis investasi reksadana ini akan menjadikan para investor menjadi keranjingan untuk selalu menanamkan modalnya untuk investasi reksadana kepada sebuah perusahaan dengan dikelola oleh Manajer Investasi. Banyak yang beranggapan investasi ini adalah cara menabung yang baik untuk tetap bisa mendapatkan passive income. Agar hasil investasi reksadana yang kita lakukan bisa berjalan dengan baik dan lancar, ada beberapa kiat sukses untuk berbisnis investasi reksadana, yang bisa dipelajari antara lain:

1.    Perencanaan keuangan, dimana-mana jika kita mau memulai suatu usaha, diawal sebelum berbisnis tetapkan dulu tujuan bisnis dari awal, dan nantinya bisnis tersebut hasilnya untuk apa. Agar di akhir periode bisnis tersebut usai bisa langsung di plotkan untuk keperluan masing-masing.

Terlebih dahulu harus menetapkan tujuan investasi. Apakah kita berinvestasi untuk jangka pendek (1-2 tahun), menengah (2-5 tahun), atau panjang ( lebih dari 5 tahun)? Nah, jika dana kita yang tersedia berhorison jangka pendek, lebih baik membeli produk reksadana pasar uang. Untuk jangka menengah dan panjang bisa reksadana pendapatan tetap, campuran, maupun saham.

2.    Sebaiknya gunakan uang yang benar-benar aman dan tak diutak-atik untuk masa 2-5 tahun mendatang. Berbeda dengan investasi saham secara langsung, Anda sebaiknya tak perlu panik ketika terjadi fluktuasi harga. Uang Nganggur yang dimaksud disini adalah uang yang sejatinya tidak dipergunakan untuk kebutuhan pokok sehari-hari, alias uang yang benar-benar nganggur tidak untuk keperluan yang lainnya. Dengan dana menganggur untuk 2-5 tahun, Anda tak akan mengutak-atik produk reksadana jika ada kebutuhan mendadak. Alhasil, imbal hasil yang akan Anda dapatkan bisa lebih maksimal..

3.    Mengenali berbagai jenis profil resiko nantinya, apakah kenservatif, agresif, atau moderat. Ini bisa diketahui pada saat mengisi kuisioner di manajer investasi. Jadi nanti kita akan mengetahui kalau kita lebih cenderung berinvestasi dimana dan dengan cara apa sesuai profil resiko yang sudah kita ketahui sebelumnya.

4.    Memahami benar berbagai macam jenis investasi reksadana yang ada dan manajer investasi yang tepat. Jangan sampai kita salah pilih manajer investasi yang tidak tepat sehingga nanti akan sangat merugikan kita.

5.    Membeli reksadana secara berkala, jadi jika kita melakukan investasi secara rutin tiap bulan misalnya nanti hasilnya juga akan bervariatif karena harga reksadana tiap bulannya naik turun jika kita menginvestasikan sekali diawal dan harganya stabil terus, maka pertumbuhan keuntungan yang didapatkan juga sama tidak bisa bervariasi. Nah, jika kita menyetor secara berkala, secara rata-rata harga unit reksa dana yang dibeli akan lebih rendah dibanding membeli hanya sekali saja. Teknik ini dikenal dengan nama cost-averaging.

6.    Ingat pepatah klasik soal investasi, yaitu “jangan meletakkan telur dalam satu keranjang”. Tetap lakukan diversifikasi dari dana investasi kita. Sebar dana yang kita miliki ke berbagai instrumen, misalnya ke reksadana pendapatan tetap sekaligus ke reksadana saham
Keenam kiat-kiat untuk bereksadana diatas jika dijalankan secara benar maka sudah bisa dipastikan kita akan bisa mendapatkan keuntungan dari hasil investasi reksadana tersebut. Poin penting dalam bisnis investasi adalah jangan mudah cepat menyerah jika belum benar-benar bisa menghasilkan.