6 Mitos Seputar Investasi Saham

By on November 10, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 311 kali

Investasi Saham – Mitos seputar investasi saham bagi masyarakat Indonesia merupakan sebuah hal yang cukup mempengaruhi keputusan untuk aktif di bursa saham. Harus diakui bahwa masyarakat Indonesia masih cukup tertinggal bila dibandingkan dengan masyarakat di negara-negara maju seperti Amerika, Eropa atau negara tetangga kita Singapura. Namun masyarakat Indonesia memiliki kelebihan yaitu memiliki sifat yang lebih ramah dengan setiap orang, memiliki semangat kekeluargaan, gotong royong, dan tidak individualis seperti umumnya masyarakat di negara-negara maju. Bahkan masih banyak masyarakat kita yang masih percaya dengan berbagai hal yang berbau mitos atau klenik, bahkan hal ini juga berlaku di bursa saham yang sudah sangat modern sekalipun.
Untuk mengetahui apa saja mitos seputar investasi saham yang beredar di masyarakat awam, dibawah ini akan diuraikan secara singkat.

1. Investasi saham hanya untuk orang kaya dan orang pintar

Mayoritas masyarakat awam berpedapat bahwa untuk berinvestasi saham dibutuhkan modal yang sangat besar dan hanya dilakukan oleh mereka yang memiliki penghasilan puluhan sampai ratusan juta rupiah. Dan harus pintar dalam membaca market review dan analisa pasar modal setiap hari. hal ini tidaklah sepenuhnya benar karena Anda sudah bisa memulai berinvestasi saham dengan uang 100 ribu saja, bahkan saat ini cukup banyak perusahaan sekuritas yang menawarkan pembukaan account saham dengan modal yang tidak terlalu besar, sedangkan untuk kepintaran, hal tersebut tergantung Anda, karena semuanya bisa dipelajari yang penting mau belajar, disiplin dan bersemangat. Karena kesuksesan seseorang bukanlah tergantung pada kepintaran atau kebodohan akan tetapi kerja keras.

2. Investasi saham urusannya rumit, sulit dan mahal

Seringkali masyarakat awam mengira bahwa untuk melakukan proses jual-beli saham, seseorang harus ke tempat transaksi saham setiap hari dan akan mengadakan proses jual beli saham dengan cara manual atau dengan menggunakan kertas-kertas atau dokumen-dokumen yang disebut saham. Hal ini tidak benar, karena saat ini Anda dapat berinvestasi saham semudah menabung di bank. Anda hanya perlu membuka account di perusahaan sekuritas, maka perusahaan ini akan menjadi perantara Anda di bursa saham, segala urusan administrasi dan penyimpanan ditangani oleh perusahan sekuritas ini, jadi Anda bisa membeli dan menjual saham sambil melakukan aktivitas yang lainnya.

3. Investasi saham seperti bermain judi

Trading saham seringkali dianggap seperti bermain judi, dimana di dalam aktivitas tersebut ada yang menang dan ada yang kalah. Bagi yang menang dapat untung besar, dan bagi yang kalah bisa kehabisan uang (bangkrut). Hal ini tidaklah sepenuhnya benar, karena trading saham sama seperti halnya berdagang di pasar konvensional, namun tidak harus membawa barang melainkan portfolio. Tapi memang ada juga trader yang memperlakukan investasi saham seperti judi, tapi Anda tidak perlu melakukan hal tersebut.

4. Harus didepan monitor selama 24 jam

Mungkin sebagian besar dari Anda seringkali melihat para trader yang nampak seharian berada didepan komputer, dan Anda mulai berpikir bahwa untuk melihat perkembangan saham harus melihatnya tiap menit per menit. Hal tersebut tidaklah benar, karena saat ini sudah ada jenis sistem trading yang bisa dilakukan hanya 10 menit perhari, 1 jam perminggu, atau 30 menit perminggu. Perlu Anda ketahui jenis profesi trader seperti daytrader dan scalper merupakan jenis profesi yang beresiko tinggi (berbahaya). Bursa saham resmi hanya aktif pukul 08.00-17.00 senin sampai jumat, dan sisanya bisa Anda pantau melalui laptop atau smarthphone kapan saja Anda memiliki waktu luang.

5. Investasi saham mengandung resiko yang tinggi

Mungkin karena seringnya masyarakat mendengar cerita tentang seorang pebisnis yang terlilit hutang, bangkrut bahkan bunuh diri karena sahamnya jatuh, membuat sebagian besar masyarakat menganggap investasi saham  beresiko tinggi. Hal ini bukanlah alasan yang tepat untuk tidak berinvestasi saham, karena walaupun memang benar beresiko tinggi, namun bisa dikatakan hampir semua bisnis beresiko, namun kerugian dapat di kendalikan dan dicegah bila Anda mengetahui teknik-teknik yang benar dalam berinvestasi saham.

6. Investasi saham bisa cepat kaya dan cepat miskin

Bila Anda mendengar ada seseorang yang berinvestasi saham menjadi kaya raya karena harga sahamnya naik, atau tiba-tiba jatuh miskin karena harga saham anjlok. Hal ini tidaklah sepenuhnya benar, padahal tujuan investasi saham yang benar adalah membeli bukti kepemilikan sebuah perusahaan terbuka, dimana saham ini tidak menjanjikan keuntungan yang besar dalam waktu singkat. Dibutuhkan modal yang cukup besar bila ingin mendapatkan pendapatan yang besar, bahkan salah satu orang terkaya di dunia Warren Buffet perlu berpuluh-puluh tahun untuk menunggu sampai modalnya terkumpul dan bertambah banyak seperti saat ini.

Semoga dengan uraian diatas dapat memberikan tambahan informasi yang bermanfaat tentang mitos seputar investasi saham.